Adab Pergaulan dalam Islam
Pembinaan Akhlak Mulia untuk Generasi Islami
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia"
Pengertian Adab Pergaulan
Fondasi dasar berakhlak mulia
Adab pergaulan dalam Islam adalah tata cara atau etika dalam berinteraksi dengan sesama manusia yang dilandasi oleh nilai-nilai Islam. Adab ini mencakup sikap, ucapan, dan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Al-Quran dan Sunnah Rasulullah ﷺ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa."
📍 QS. Al-Hujurat [49]: 13
🎯 Tujuan Adab Pergaulan dalam Islam
- ✓ Mewujudkan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat
- ✓ Menjaga kehormatan dan martabat diri serta orang lain
- ✓ Mendapatkan ridha Allah SWT
- ✓ Meneladani akhlak Rasulullah ﷺ
Adab Terhadap Sesama Muslim
Membangun ukhuwah Islamiyah
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat."
📍 QS. Al-Hujurat [49]: 10
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ
"Seorang Muslim adalah saudara Muslim lainnya. Ia tidak boleh menzaliminya dan tidak boleh menyerahkannya (kepada musuh). Barangsiapa memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya."
📍 HR. Bukhari & Muslim
حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَشَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ
"Hak Muslim atas Muslim ada enam: jika bertemu ucapkanlah salam, jika mengundangmu penuhilah, jika meminta nasihat berilah nasihat, jika bersin lalu mengucap Alhamdulillah maka doakanlah, jika sakit jenguklah, dan jika meninggal antarkan jenazahnya."
📍 HR. Muslim
📋 Bentuk-bentuk Adab Sesama Muslim:
Adab Terhadap Orang Tua
Birrul Walidain - Berbakti kepada kedua orang tua
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."
📍 QS. Al-Isra [17]: 23
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
"Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: 'Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.'"
📍 QS. Al-Isra [17]: 24
رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ
"Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua."
📍 HR. Tirmidzi
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ: أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ثُمَّ أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ثُمَّ أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: ثُمَّ أَبُوكَ
"Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata: 'Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?' Beliau menjawab: 'Ibumu.' Ia bertanya: 'Kemudian siapa?' Beliau menjawab: 'Ibumu.' Ia bertanya lagi: 'Kemudian siapa?' Beliau menjawab: 'Ibumu.' Ia bertanya lagi: 'Kemudian siapa?' Beliau menjawab: 'Ayahmu.'"
📍 HR. Bukhari & Muslim
💝 Bentuk-bentuk Birrul Walidain:
Tidak mengucapkan kata kasar, tidak membentak, dan selalu berbicara dengan hormat
Selama tidak bertentangan dengan perintah Allah SWT
Baik ketika masih hidup maupun setelah wafat
Memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani orang tua
Adab Terhadap Guru
Menghormati para pendidik dan pewaris ilmu Nabi
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat."
📍 QS. Al-Mujadilah [58]: 11
إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا، إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
"Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi. Para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, melainkan mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak."
📍 HR. Abu Dawud & Tirmidzi
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيرَنَا، وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا، وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ
"Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua, tidak menyayangi yang lebih muda, dan tidak mengetahui hak orang yang berilmu."
📍 HR. Ahmad
📚 Adab Murid terhadap Guru:
Memuliakan dan Menghormati
Bersikap rendah hati dan sopan di hadapan guru
Mendengarkan dengan Seksama
Memperhatikan penjelasan guru dengan penuh konsentrasi
Bertanya dengan Sopan
Mengangkat tangan dan menunggu izin sebelum bertanya
Mengamalkan Ilmu
Mempraktikkan ilmu yang diajarkan dalam kehidupan
Mendoakan Guru
Mendoakan kebaikan dan keberkahan untuk guru
Tidak Menyela Pembicaraan
Menunggu guru selesai berbicara sebelum menanggapi
Adab Terhadap Teman Sebaya
Membangun persahabatan yang islami
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik."
📍 QS. Al-Hujurat [49]: 11
وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ
"Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri (mencela sesama mukmin) dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan."
📍 QS. Al-Hujurat [49]: 11
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
"Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang dia jadikan teman."
📍 HR. Abu Dawud & Tirmidzi
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَجَلِيسِ السُّوءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا مُنْتِنَةً
"Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk seperti pedagang minyak wangi dan pandai besi. Pedagang minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli darinya, atau setidaknya engkau mendapat bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi bajumu terbakar atau engkau mendapat bau yang tidak sedap darinya."
📍 HR. Bukhari & Muslim
🚫 Hal-hal yang Harus Dihindari:
✅ Sikap yang Harus Dilakukan:
Adab Terhadap Non-Muslim
Toleransi dan kerukunan antar umat beragama
لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ
"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat."
📍 QS. Al-Baqarah [2]: 256
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
"Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku."
📍 QS. Al-Kafirun [109]: 6
لَّا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil."
📍 QS. Al-Mumtahanah [60]: 8
أَلَا مَنْ ظَلَمَ مُعَاهَدًا أَوْ انْتَقَصَهُ أَوْ كَلَّفَهُ فَوْقَ طَاقَتِهِ أَوْ أَخَذَ مِنْهُ شَيْئًا بِغَيْرِ طِيبِ نَفْسٍ فَأَنَا حَجِيجُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Ketahuilah, barangsiapa menzalimi orang kafir yang terikat perjanjian, mengurangi haknya, membebaninya di luar kemampuannya, atau mengambil sesuatu darinya tanpa kerelaannya, maka aku akan menjadi pembela orang kafir itu pada hari kiamat."
📍 HR. Abu Dawud
🤝 Prinsip Pergaulan dengan Non-Muslim:
Berlaku Adil dan Baik
Memperlakukan mereka dengan keadilan dalam muamalah (hubungan sosial)
Tidak Memaksa dalam Agama
Mengajak dengan hikmah dan nasihat yang baik, bukan paksaan
Menjaga Akidah
Tetap menjaga keimanan dan tidak ikut dalam ritual keagamaan mereka
Kerjasama dalam Kebaikan
Bekerjasama dalam hal-hal sosial kemanusiaan yang tidak bertentangan dengan syariat
Menjadi Teladan yang Baik
Menunjukkan akhlak Islam yang mulia melalui perilaku sehari-hari
0 Komentar