Berubah : Hil yang Mustahal?


Saat kita tumbuh dewasa dan makin menua, seiring waktu garis takdir menjelma dalam hidup dengan cara yang tenang dan hampir tak terlihat.

Kita menjalani  rutinitas, bekerja, bercakap dengan rekan kerja, teman,  saudara dan kenalan kita menjalaninya tanpa banyak bertanya.

Namun tanpa disadari ada perubahan halus yang perlahan-lahan membentuk cerita baru bagi hidup kita.  Dan kemudian, saat  kita menoleh ke belakang, merenungkan perjalanan hidup sejauh ini, kita menyadari: tidak ada yang sama persis seperti sebelumnya.

Orang-orang yang pernah kita anggap  akan menjadi teman  selamanya kini telah  pergi, bukan karena marah, bukan  sengaja menjauh,  tetapi karena arus kehidupan yang mereka alami membuat kita harus berjarak atau berpisah. Beberapa pergi dengan tenang, seperti musim hujan yang perlahan pergi. Yang lain tetap tinggal, tetapi hubungan itu terasa memudar, diredam oleh waktu.

Namun, dalam kekosongan yang mereka tinggalkan, jiwa-jiwa yang tak terduga datang orang-orang baru yang tidak pernah kita bayangkan hadir dalam kehidupan kita, dan  menjadi begitu berarti bagi kita. 

Takdir memiliki cara dan bahasanya sendiri yang sering kali ditolak ego kita. Takdir meminta kita untuk melepaskan hal-hal yang kita  pikir amat kita butuhkan. Takdir  mengungkapkan bagian-bagian yang tidak pernah kita ketahui dalam diri kita yang sedang menunggu untuk diungkapkan.

Itulah mengapa menikmati momen, sepenuhnya,  mindful in every moment, menjaga kesadaran sepenuh hati di saat ini,  adalah penting. Menikmati pembicaraan yang panjang, tawa yang tak terduga, persahabatan yang hening, perubahan halus dalam hati  yang tidak dapat kita jelaskan, semua itu adalah bagian dari gerak perubahan yang tak disadari oleh hati yang tidak merasakan perubahan lembut yang sedang berlangsung pada momen saat ini. 

Hidup tidak hanya berubah karena peristiwa-peristiwa besar, tetapi juga lebih sering karena peristiwa-peristiwa  kecil yang tidak diperhatikan. Padahal, di dalam hal-hal kecil dan sederhana itu terdapat momen-momen sakral yang amat kita butuhkan.

Posting Komentar

0 Komentar