بَابُ الطَّهَارَةِ
Fiqih Taharah
Madzhab Syafi'i - Lengkap dengan Dalil Al-Qur'an & Hadits
Pengertian Taharah
Definisi dan Dasar Hukum
📝 Definisi Taharah
Taharah secara bahasa berarti bersih atau suci. Secara istilah syar'i, taharah adalah mengangkat hadats dan menghilangkan najis, atau sesuatu yang semakna dengan keduanya.
Menurut Madzhab Syafi'i, taharah merupakan syarat sah shalat yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan ibadah.
📜 Dalil Al-Qur'an
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki."
📍 QS. Al-Ma'idah [5]: 6
📚 Dalil Hadits
لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةً بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلَا صَدَقَةً مِنْ غُلُولٍ
"Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci dan tidak menerima sedekah dari harta ghulul (curian)."
📍 HR. Muslim no. 224
📊 Pembagian Taharah
1️⃣ Taharah dari Hadats
- • Hadats Kecil → Wudhu
- • Hadats Besar → Mandi Wajib
- • Pengganti keduanya → Tayamum
2️⃣ Taharah dari Najis
- • Najis Mughallazhah (Berat)
- • Najis Mutawassithah (Sedang)
- • Najis Mukhaffafah (Ringan)
Wudhu
Tata Cara, Rukun, dan Sunnah
📝 Pengertian Wudhu
Wudhu secara bahasa berasal dari kata al-wadha'ah yang berarti kebersihan dan kecerahan. Secara istilah, wudhu adalah menggunakan air pada anggota tubuh tertentu (wajah, tangan, kepala, kaki) dengan cara tertentu untuk menghilangkan hadats kecil.
⭐ Rukun Wudhu (Madzhab Syafi'i)
📜 Dalil Rukun Wudhu
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
📍 QS. Al-Ma'idah [5]: 6
✨ Sunnah-Sunnah Wudhu
📚 Dalil Sunnah Wudhu
مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ
"Barangsiapa berwudhu lalu memperbagus wudhunya, kemudian mengucapkan: 'Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya', maka dibukakan baginya delapan pintu surga, ia dapat masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki."
📍 HR. Muslim no. 234
❌ Hal-Hal yang Membatalkan Wudhu
📚 Dalil Pembatal Wudhu
مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ
"Barangsiapa menyentuh kemaluannya, hendaklah ia berwudhu."
📍 HR. Abu Dawud no. 181, dishahihkan oleh Al-Albani
Mandi Wajib (Ghusl)
Sebab, Rukun, dan Tata Cara
📝 Pengertian Mandi Wajib
Mandi wajib (ghusl) adalah mengalirkan air ke seluruh tubuh dengan niat menghilangkan hadats besar. Mandi wajib merupakan syarat untuk melaksanakan shalat bagi orang yang terkena hadats besar.
⚡ Sebab-Sebab Mandi Wajib
📜 Dalil Mandi Junub
وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا
"Dan jika kamu junub maka mandilah."
📍 QS. Al-Ma'idah [5]: 6
📚 Dalil Bertemunya Dua Khitan
إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا الأَرْبَعِ وَمَسَّ الْخِتَانُ الْخِتَانَ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ
"Apabila seorang laki-laki duduk di antara empat cabangnya (tangan dan kaki wanita) dan khitan bertemu dengan khitan, maka wajib mandi."
📍 HR. Muslim no. 349
⭐ Rukun Mandi Wajib (Madzhab Syafi'i)
Niat
Niat menghilangkan hadats besar ketika air pertama kali menyentuh tubuh
Meratakan Air ke Seluruh Tubuh
Termasuk rambut dan kulit di bawahnya, sela-sela jari, lipatan tubuh, dan bagian yang tersembunyi
✨ Sunnah-Sunnah Mandi Wajib
📋 Tata Cara Mandi Wajib yang Sempurna
Membaca Basmalah dan niat dalam hati
Membasuh kedua telapak tangan
Membersihkan kemaluan dan kotoran
Berwudhu sempurna
Menyiram kepala 3 kali sambil menyela-nyela rambut
Menyiram bagian kanan tubuh
Menyiram bagian kiri tubuh
Menggosok seluruh tubuh dan meratakan air
Tayamum
Bersuci dengan Debu
📝 Pengertian Tayamum
Tayamum adalah bersuci dengan menggunakan debu/tanah yang suci sebagai pengganti wudhu atau mandi wajib ketika tidak mampu menggunakan air. Tayamum merupakan keringanan (rukhshah) dari Allah SWT bagi umat Islam.
📜 Dalil Al-Qur'an
وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ
"Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (suci); sapulah wajahmu dan tanganmu dengan tanah itu."
📍 QS. Al-Ma'idah [5]: 6
📋 Syarat-Syarat Tayamum
Tidak ada air
Setelah berusaha mencarinya dalam batas wajar
Tidak mampu menggunakan air
Karena sakit, cuaca sangat dingin, atau kebutuhan air untuk minum
Telah masuk waktu shalat
Tayamum dilakukan setelah masuk waktu shalat
Menggunakan debu yang suci
Tanah/debu yang bersih dan ada debunya
⭐ Rukun Tayamum (Madzhab Syafi'i)
📚 Dalil Hadits
إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَضْرِبَ بِيَدَيْكَ الأَرْضَ ثُمَّ تَنْفُخَ ثُمَّ تَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَكَ وَكَفَّيْكَ
"Sesungguhnya cukup bagimu untuk menepukkan kedua tanganmu ke tanah, kemudian meniupnya, lalu mengusap wajah dan kedua telapak tanganmu."
📍 HR. Bukhari no. 347, Muslim no. 368
📋 Tata Cara Tayamum
Niat di dalam hati untuk menghilangkan hadats
Menepukkan kedua telapak tangan ke tanah/debu yang suci
Meniup kedua telapak tangan untuk mengurangi debu yang berlebih
Mengusap seluruh wajah dengan kedua telapak tangan
Menepukkan kedua telapak tangan ke tanah lagi (tepukan kedua)
Mengusap tangan kanan dengan tangan kiri sampai siku, begitu pula sebaliknya
❌ Yang Membatalkan Tayamum
Najis & Cara Membersihkannya
Jenis-Jenis Najis dan Tata Cara Menyucikan
📝 Pengertian Najis
Najis adalah segala sesuatu yang dianggap kotor menurut syariat Islam yang dapat menghalangi sahnya shalat. Najis wajib dibersihkan dari badan, pakaian, dan tempat shalat sebelum melaksanakan ibadah.
📜 Dalil Al-Qur'an
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ
"Dan pakaianmu bersihkanlah."
📍 QS. Al-Muddatstsir [74]: 4
📊 Pembagian Najis (Madzhab Syafi'i)
Najis Mughallazhah
Najis anjing dan babi serta segala yang lahir dari keduanya.
🧹 Cara Membersihkan:
Dicuci 7 kali, salah satunya dengan air yang dicampur tanah.
طَهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ
"Sucinya bejana salah seorang dari kalian jika dijilat anjing adalah dengan mencucinya tujuh kali, yang pertamanya dengan tanah."
📍 HR. Muslim no. 279
Najis Mutawassithah
Najis selain mughallazhah dan mukhaffafah.
Contoh:
- • Darah
- • Nanah
- • Kotoran manusia & hewan
- • Air kencing
- • Bangkai (selain manusia, ikan, belalang)
- • Madzi dan wadi
🧹 Cara Membersihkan:
Najis 'Ainiyyah: Disiram air hingga hilang warna, bau, dan rasanya.
Najis Hukmiyyah: Cukup dialiri air sekali.
Najis Mukhaffafah
Air kencing bayi laki-laki yang belum makan selain ASI.
🧹 Cara Membersihkan:
Cukup diperciki air (tidak perlu dicuci).
يُنْضَحُ مِنْ بَوْلِ الْغُلَامِ وَيُغْسَلُ مِنْ بَوْلِ الْجَارِيَةِ
"Air kencing bayi laki-laki cukup diperciki, sedangkan air kencing bayi perempuan harus dicuci."
📍 HR. Abu Dawud no. 376
✅ Benda yang Dikecualikan dari Najis
Haid, Istihadhah & Nifas
Ketentuan Khusus untuk Wanita
1 Haid
📝 Pengertian
Haid adalah darah yang keluar dari rahim wanita secara alami pada waktu-waktu tertentu dalam keadaan sehat, bukan karena melahirkan.
⏱️ Ketentuan Waktu (Madzhab Syafi'i)
Minimal
1 hari 1 malam
Biasanya
6-7 hari
Maksimal
15 hari
🚫 Larangan Saat Haid
📜 Dalil Haid
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ
"Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: 'Haid itu adalah kotoran'. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci."
📍 QS. Al-Baqarah [2]: 222
2 Istihadhah
📝 Pengertian
Istihadhah adalah darah yang keluar dari kemaluan wanita di luar waktu haid dan nifas, atau darah yang melebihi batas maksimal haid/nifas. Darah ini berasal dari pembuluh darah, bukan dari rahim.
📋 Hukum Wanita Istihadhah
- • Wajib shalat - tidak boleh meninggalkan shalat
- • Wajib puasa - puasanya sah
- • Wudhu untuk setiap shalat - setelah masuk waktu
- • Boleh bersetubuh - dengan suaminya
📚 Dalil Istihadhah
تَوَضَّئِي لِكُلِّ صَلَاةٍ
"Berwudhulah untuk setiap shalat."
📍 HR. Bukhari no. 228
3 Nifas
📝 Pengertian
Nifas adalah darah yang keluar dari rahim wanita setelah melahirkan. Darah ini berhubungan dengan proses persalinan.
⏱️ Ketentuan Waktu (Madzhab Syafi'i)
Minimal
Sesaat
Biasanya
40 hari
Maksimal
60 hari
📋 Hukum Nifas
Hukum wanita nifas sama dengan hukum wanita haid. Setelah darah nifas berhenti, wanita wajib mandi besar sebelum melakukan ibadah.
📚 Dalil Nifas
كَانَتِ النُّفَسَاءُ تَجْلِسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعِينَ يَوْمًا
"Wanita-wanita nifas pada masa Rasulullah SAW duduk (tidak shalat) selama empat puluh hari."
📍 HR. Abu Dawud no. 311, Tirmidzi no. 139
📊 Ringkasan Perbedaan
| Aspek | Haid | Istihadhah | Nifas |
|---|---|---|---|
| Shalat | ❌ Haram | ✅ Wajib | ❌ Haram |
| Puasa | ❌ Haram | ✅ Wajib | ❌ Haram |
| Qadha Puasa | ✅ Wajib | ➖ Tidak ada | ✅ Wajib |
| Mandi Wajib | ✅ Setelah suci | ➖ Tidak wajib | ✅ Setelah suci |
0 Komentar