📿 MATERI SHALAT
Madzhab Syafi'i - Lengkap dengan Dalil
🏫 Pondok Ramadhan
SMA Negeri 1 Munjungan
📖 Pengertian Shalat
Secara Bahasa (Etimologi)
Shalat (الصَّلاَةُ) berasal dari bahasa Arab yang berarti "doa" atau "permohonan rahmat".
Secara Istilah (Terminologi)
Shalat adalah ibadah yang terdiri dari perkataan dan perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, dengan syarat-syarat tertentu.
📜 Dalil Al-Qur'an
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا
"Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."
📍 QS. An-Nisa: 103
📚 Dalil Hadis
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat."
📍 HR. Bukhari no. 631
⚖️ Hukum Shalat
Shalat Lima Waktu
Hukum: WAJIB 'AIN - Wajib atas setiap muslim yang sudah baligh dan berakal.
Subuh
2 rakaat
Dzuhur
4 rakaat
Ashar
4 rakaat
Maghrib
3 rakaat
Isya
4 rakaat
📜 Dalil Al-Qur'an
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
"Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'."
📍 QS. Al-Baqarah: 43
📚 Dalil Hadis - Rukun Islam
بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ...
"Islam dibangun atas lima perkara: Bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat..."
📍 HR. Bukhari no. 8, Muslim no. 16
📚 Dalil Hadis - Keutamaan Shalat
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ
"Sesungguhnya amal yang pertama kali akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya."
📍 HR. Abu Dawud no. 864, Tirmidzi no. 413
📋 Syarat Shalat
🔹 Syarat Wajib Shalat
- 1 Islam - Bukan orang kafir
- 2 Baligh - Sudah dewasa
- 3 Berakal - Tidak gila
- 4 Suci dari haidh/nifas - Bagi wanita
- 5 Telah sampai dakwah
🔸 Syarat Sah Shalat
- 1 Suci dari hadats - Besar dan kecil
- 2 Suci dari najis - Badan, pakaian, tempat
- 3 Menutup aurat
- 4 Menghadap kiblat
- 5 Masuk waktu shalat
- 6 Mengetahui fardhu shalat
📜 Dalil Menutup Aurat
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ
"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid."
📍 QS. Al-A'raf: 31
📚 Dalil Menghadap Kiblat
فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ
"Maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah wajahmu ke arahnya."
📍 QS. Al-Baqarah: 144
📏 Batasan Aurat dalam Madzhab Syafi'i
👨 Laki-laki:
Antara pusar dan lutut
👩 Perempuan:
Seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan
🕌 Rukun Shalat (Madzhab Syafi'i)
💡 Rukun shalat dalam madzhab Syafi'i ada 13 rukun. Jika salah satu ditinggalkan, shalat tidak sah.
Niat
Niat di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram
Berdiri bagi yang mampu
Wajib berdiri pada shalat fardhu jika mampu
Takbiratul Ihram
Mengucapkan "Allahu Akbar" untuk memulai shalat
Membaca Al-Fatihah
Wajib di setiap rakaat bagi imam, makmum, dan munfarid
Ruku' dengan Thuma'ninah
Membungkukkan badan hingga telapak tangan mencapai lutut
I'tidal dengan Thuma'ninah
Bangkit dari ruku' hingga berdiri tegak
Sujud dua kali dengan Thuma'ninah
Sujud dengan tujuh anggota badan
Duduk antara dua sujud dengan Thuma'ninah
Duduk iftirasy antara sujud pertama dan kedua
Tasyahud Akhir
Membaca tahiyat/tasyahud di akhir shalat
Duduk untuk Tasyahud Akhir
Duduk tawarruk saat membaca tasyahud akhir
Shalawat kepada Nabi ﷺ
Membaca shalawat Ibrahimiyah setelah tasyahud
Salam
Mengucapkan "Assalamu'alaikum warahmatullah"
Tertib
Melakukan rukun-rukun secara berurutan
📚 Dalil Thuma'ninah dalam Shalat
إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلَاةِ فَأَسْبِغِ الْوُضُوءَ ثُمَّ اسْتَقْبِلِ الْقِبْلَةَ فَكَبِّرْ ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا
"Jika engkau berdiri untuk shalat, sempurnakanlah wudhu, lalu menghadaplah ke kiblat dan bertakbirlah, kemudian bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-Qur'an, kemudian ruku'lah hingga engkau thuma'ninah dalam ruku', kemudian bangkitlah hingga engkau berdiri tegak, kemudian sujudlah hingga engkau thuma'ninah dalam sujud..."
📍 HR. Bukhari no. 757, Muslim no. 397
📚 Dalil Wajib Membaca Al-Fatihah
لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ
"Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al-Fatihah)."
📍 HR. Bukhari no. 756, Muslim no. 394
⭐ Sunnah-Sunnah Shalat
🌟 Sunnah Ab'adh (Sunnah yang Diganti dengan Sujud Sahwi)
- 1. Tasyahud awal
- 2. Duduk untuk tasyahud awal
- 3. Shalawat kepada Nabi ﷺ pada tasyahud awal
- 4. Shalawat kepada keluarga Nabi ﷺ pada tasyahud akhir
- 5. Qunut pada shalat Subuh dan witir paruh kedua Ramadhan
✨ Sunnah Hai'at (Sunnah Biasa)
- 1. Mengangkat kedua tangan saat takbir
- 2. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri
- 3. Membaca doa iftitah
- 4. Membaca ta'awwudz sebelum Al-Fatihah
- 5. Mengucapkan "Aamiin"
- 6. Membaca surat setelah Al-Fatihah
- 7. Membaca tasbih saat ruku' dan sujud
- 8. Membaca "Sami'allahu liman hamidah"
- 9. Membaca "Rabbana lakal hamdu"
- 10. Doa antara dua sujud
- 11. Duduk istirahat sebelum berdiri
- 12. Menoleh ke kanan dan kiri saat salam
📚 Dalil Doa Iftitah
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ قَالَ: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ
"Rasulullah ﷺ ketika memulai shalat beliau membaca: 'Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu, Maha Berkah nama-Mu, Maha Tinggi kebesaran-Mu, dan tidak ada ilah selain Engkau.'"
📍 HR. Abu Dawud no. 776, Tirmidzi no. 243
📚 Dalil Tasbih Ruku' dan Sujud
إِذَا رَكَعَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ ثَلَاثًا... وَإِذَا سَجَدَ فَلْيَقُلْ: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى ثَلَاثًا
"Jika salah seorang dari kalian ruku', hendaklah ia mengucapkan: 'Subhana Rabbiyal 'Azhim' tiga kali... Dan jika ia sujud, hendaklah ia mengucapkan: 'Subhana Rabbiyal A'la' tiga kali."
📍 HR. Abu Dawud no. 886, Tirmidzi no. 261
⚠️ Hal-Hal Makruh dalam Shalat
💡 Makruh artinya perbuatan yang jika ditinggalkan mendapat pahala, dan jika dikerjakan tidak berdosa. Namun sebaiknya dihindari untuk kesempurnaan shalat.
1. Menoleh
Menolehkan wajah ke kanan atau kiri tanpa keperluan
2. Memejamkan mata
Menutup kedua mata selama shalat tanpa uzur
3. Menengadah ke langit
Melihat ke atas selama shalat
4. Bertolak pinggang
Meletakkan tangan di pinggang
5. Menguap
Membuka mulut lebar karena mengantuk
6. Meletakkan siku di lantai saat sujud
Bagi laki-laki, siku harus diangkat
7. Bersedekap di bawah pusar
Sunnah bersedekap di dada atau di bawah dada
8. Bermain-main dengan pakaian/badan
Gerakan yang tidak perlu dalam shalat
9. Shalat di depan makanan
Shalat saat makanan sudah tersaji
10. Menahan buang air
Shalat dalam keadaan menahan hajat
📚 Dalil Larangan Menoleh
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ عَنِ الِالْتِفَاتِ فِي الصَّلَاةِ فَقَالَ: هُوَ اخْتِلَاسٌ يَخْتَلِسُهُ الشَّيْطَانُ مِنْ صَلَاةِ الْعَبْدِ
"Aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang menoleh dalam shalat, beliau bersabda: 'Itu adalah pencurian yang dicuri setan dari shalat seorang hamba.'"
📍 HR. Bukhari no. 751
📚 Dalil Larangan Bertolak Pinggang
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَنْ يُصَلِّيَ الرَّجُلُ مُخْتَصِرًا
"Rasulullah ﷺ melarang seseorang shalat dengan bertolak pinggang."
📍 HR. Bukhari no. 1220, Muslim no. 545
❌ Hal-Hal yang Membatalkan Shalat
⚠️ Jika salah satu dari hal-hal berikut terjadi, maka shalat batal dan harus diulang dari awal.
Berhadats
Keluar hadats baik besar maupun kecil (kentut, kencing, dll)
Terkena najis yang tidak bisa dimaafkan
Najis mengenai badan, pakaian, atau tempat shalat
Terbuka aurat
Aurat terbuka dan tidak segera ditutup
Berbicara dengan sengaja
Mengucapkan kata-kata yang bukan bagian dari shalat dengan sengaja
Makan atau minum dengan sengaja
Memasukkan sesuatu ke dalam mulut lalu menelannya
Gerakan banyak dan berturut-turut
Melakukan gerakan yang bukan bagian dari shalat sebanyak 3x atau lebih secara berturut
Menambah rukun fi'li dengan sengaja
Seperti sengaja menambah ruku' atau sujud
Mendahulukan rukun atas rukun lainnya
Tidak tertib dalam melakukan rukun shalat
Niat memutus shalat
Berniat untuk membatalkan atau keluar dari shalat
Ragu-ragu dalam niat
Ragu antara melanjutkan atau membatalkan shalat
Tertawa terbahak-bahak
Tertawa dengan suara keras sampai terdengar
Murtad (keluar dari Islam)
Na'udzubillah min dzalik
📚 Dalil Larangan Berbicara dalam Shalat
إِنَّ هَذِهِ الصَّلَاةَ لَا يَصْلُحُ فِيهَا شَيْءٌ مِنْ كَلَامِ النَّاسِ إِنَّمَا هُوَ التَّسْبِيحُ وَالتَّكْبِيرُ وَقِرَاءَةُ الْقُرْآنِ
"Sesungguhnya shalat ini tidak boleh ada sedikitpun pembicaraan manusia di dalamnya. Sesungguhnya shalat itu hanyalah tasbih, takbir, dan membaca Al-Qur'an."
📍 HR. Muslim no. 537
🤲 Tata Cara Shalat Madzhab Syafi'i
💡 Berikut adalah tata cara shalat yang sempurna menurut madzhab Syafi'i, meliputi rukun dan sunnah-sunnahnya.
Berdiri Menghadap Kiblat & Niat
- • Berdiri tegak menghadap kiblat (bagi yang mampu)
- • Pandangan ke arah tempat sujud
- • Niat di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram
📌 Contoh Niat Shalat Dzuhur:
أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Takbiratul Ihram
- • Mengangkat kedua tangan sejajar bahu atau telinga (sunnah)
- • Telapak tangan menghadap kiblat, jari-jari rapat
- • Mengucapkan "Allahu Akbar"
اَللَّهُ أَكْبَرُ
Bersedekap & Doa Iftitah (Sunnah)
- • Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri
- • Posisi di bawah dada, di atas pusar
- • Membaca doa iftitah
📖 Doa Iftitah:
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Membaca Al-Fatihah (Rukun)
- • Membaca ta'awwudz terlebih dahulu (sunnah)
- • Membaca basmalah dengan jelas
- • Membaca Al-Fatihah dengan tartil
- • Mengucapkan "Aamiin" setelah Al-Fatihah (sunnah)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Membaca Surat (Sunnah)
Membaca surat atau ayat Al-Qur'an setelah Al-Fatihah pada rakaat pertama dan kedua.
Ruku' dengan Thuma'ninah (Rukun)
- • Mengangkat kedua tangan sambil takbir (sunnah)
- • Membungkukkan badan, punggung lurus
- • Telapak tangan memegang lutut, jari-jari direnggangkan
- • Membaca tasbih ruku' minimal 1x, sempurnanya 3x
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ
"Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung"
I'tidal dengan Thuma'ninah (Rukun)
- • Bangkit dari ruku' sambil mengangkat tangan
- • Berdiri tegak lurus
- • Membaca tasmik dan tahmid
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
Sujud Pertama dengan Thuma'ninah (Rukun)
- • Turun dengan takbir
- • Sujud dengan 7 anggota: dahi bersama hidung, 2 telapak tangan, 2 lutut, ujung-ujung jari 2 kaki
- • Membaca tasbih sujud minimal 1x, sempurnanya 3x
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
"Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi"
Duduk antara Dua Sujud (Rukun)
- • Bangkit dari sujud dengan takbir
- • Duduk iftirasy (duduk di atas kaki kiri, kaki kanan tegak)
- • Membaca doa antara dua sujud
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي
Sujud Kedua dengan Thuma'ninah (Rukun)
Sama dengan sujud pertama
Tasyahud Awal (Sunnah Ab'adh)
Pada rakaat kedua shalat yang lebih dari 2 rakaat
اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ. اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ. اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Tasyahud Akhir + Shalawat (Rukun)
- • Duduk tawarruk (kaki kiri di bawah kaki kanan)
- • Membaca tasyahud seperti tasyahud awal
- • Ditambah shalawat Ibrahimiyah
📖 Shalawat Ibrahimiyah:
كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَىٰ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
Salam (Rukun)
- • Menoleh ke kanan sambil salam pertama (rukun)
- • Menoleh ke kiri sambil salam kedua (sunnah)
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
"Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian"
📜 Dalil Tata Cara Shalat
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat."
📍 HR. Bukhari no. 631, 6008
0 Komentar